“KOmeNtar fILM lasKAr peLAngI”

Akhir-akhir ini banyak orang  yang lagi kesengsem ama film Laskar Pelangi.
Berawal dari novel laris dengan judul yang sama karya Andrea Hirata,
akhirnya diangkat ke layar bioskop oleh sutradara Riri Reza. Hasilnya,
banyak orang yang senang dan terinspirasi ama film itu. Konon banyak
politisi yang ikutan nonton juga terharu oleh adegan demi adegan pada
film itu. Film ini menceritakan perjuangan
anak-anak sekolah di daerah yang tertinggal menggapai masa depan.
Jangan bandingkan ama kota Jakarta yang hingar bingar en segala ada,
bersekolah aja mereka kudu menghindari hadangan seekor buaya besar.
Tapi karena ketekunannya, banyak di antara mereka yang menjadi orang
sukses di masa depan. Nggak manja

Mungkin banyak yang tersentuh oleh film itu, tapi berapa banyak nih
remaja jadi nyadar, bahwa hidup itu emang perjuangan? Kejadian dalam
novel itu bukan bohongan. Banyak teman kita yang berjuang untuk bisa
sampai ke sekolah. Di satu harian nasional pernah dipampang foto
seorang anak SD yang sedang berenang untuk tiba di sekolah. Ya,
sekolahnya emang terhalangi oleh sungai besar. Untuk itu ia kudu
berangkat pagi-pagi banget dan siap-siap berenang. Tas, sepatu, seragam
sekolah, dan buku-buku pelajarannya dimasukkan ke dalam kantong plastik
agar tidak basah. Dan … byur! Ia pun berenang agar tiba di sekolah. Saudara-saudara
saya pun sering bercerita kalo dulu mereka harus jalan kaki 4-5
kilometer  ke sekolah. Untuk itu mereka melewati perkebunan teh, karet,
dan melintasi jembatan kereta api yang tingginya masya Allah!
Kadangkala di tengah jembatan harus berpapasan dengan kereta api.
Mereka pun menghindar ke bahu jembatan yang sengaja disiapkan oleh
perusahaan kereta api, atau bergelantungan di bawah rel! Wah
beda banget ya dengan kita semua. Yang kalo ke sekolah berjalan kaki
sekian puluh meter saja udah ngeluh kejauhan, lalu milih naik angkutan
umum, antar jemput, atau bawa kendaraan sendiri ke sekolah. Nggak ada
ceritanya kudu berenang, melewati kebun karet, apalagi berpapasan ama
buaya atau kudu pontang-panting menghindari kereta api. Udah
begitu, di sekolah nggak ada cerita kelaperan. Kantin ada dengan menu
jajanan yang komplit. Uang saku pun terjamin. Malah nggak sedikit anak
sekolah yang uang sakunya di atas UMR buruh pabrik atau kuli bangunan!
Belum lagi ponsel setia menemani dengan pulsa yang dijamin selalu ada.

Punya fasilitas yang oke emang nggak salah. Yang salah kalo kemudian
kita jadi kebawa manja dan nggak mandiri. Selalu menggantungkan
semuanya pada orang lain. Nggak terbayangkan bahwa bersekolah itu nggak
gratis dan orang tua banting tulang menghidupi kita semua. Sikap mandiri itulah yang di antaranya pengen ditampilkan dalam  kisah Laskar Pelangi.
Meski dalam keadaan seadanya – malah serba susah – tapi pantang
menyerah. Kita tidak tahu apakah pesan itu bisa ditangkap oleh para
pembaca dan pemirsa film. Jangan-jangan orang lebih terpukau pada
jalinan cerita di buku, atau sinematografinya di film ketimbang
menangkap pesannya. Di Indonesia, jadi remaja
yang punya semangat tinggi untuk belajar nggak gampang. Pasalnya sejak
remaja udah dicekoki aneka dugem (dunia gemerlap). Yang namanya sukses
itu bukanlah kerja keras apalagi ngandelin kecerdasan otak, tapi cukup
tampang keren atau suara merdu. Maka bangku sekolah udah mulai
ditinggalkan banyak remaja. Kalo pun sekolah atau kuliah ya untuk
formalitas punya ijazah. Yang lebih parah, nggak sedikit remaja kita
cuek abis kalo nggak naek kelas atau putus sekolah gara-gara sibuk cari
duit en popularitas. Musibah deh tuh! Saya jadi teringat, beberapa tahun silam, di sebuah infotainment  diliput cerita beberapa selebritis yang nggak naek kelas atau drop out
karena kesibukan mereka. Rata-rata dengan enteng mereka menceritakan
pengalaman tersebut. Bukankah ini kampanye negatif buat kaum remaja
bahwa bersekolah itu nggak penting, yang penting elo-elo bisa cari
duit. Toh, jadi kaya nggak perlu pake ijazah. Ini juga yang jadi tema sebuah iklan rokok. Pilih mana; lulus dulu  or kerja dulu? Menurut kamu gimana? Di
Amerika, banyak pakar pendidikan dan tokoh masyarakat yang prihatin
melihat kualitas pendidikan para remaja AS. Di kampus-kampus ternama
seperti Harvard, indeks prestasi mahasiswa asal AS kalah oleh mahasiswa
asal Asia.  Di Indonesia? Masih ada aja anak
SMA yang berangkat hanya bawa satu buah buku tulis yang dilipat dan
dimasukkan ke saku belakang celananya. Pulang sekolah ada ekskul
informal; nongkrong di mall dan di pinggir jalan, atau tawuran. Halah! Ada
beberapa kawan yang pernah jadi guru di sekolah-sekolah swasta
unggulan. Di sana, kata mereka, banyak guru yang jiper alias takut
ngasih nilai kecil pada muridnya. Soalnya orang tua siswa bakal marah
pada sekolah kalo sampai anaknya dapet nilai kecil, apalagi sampai
nggak naek kelas. Bukankah ini berarti membuat remaja kita jadi makin
manja? Remaja Islam, remaja pejuang

Bro en sis, mungkin nggak banyak remaja tahu apa yang dilakukan oleh
Rasulullah saw. ketika hidup dalam asuhan Abu Thalib, pamannya. Setelah
kedua orang tuanya wafat, kemudian kakeknya juga wafat, Rasulullah saw.
diajak tinggal di rumah pamannya itu. Abu Thalib bukan orang yang kaya.
Anaknya pun banyak. Maka Rasulullah saw. pun berinisiatif mencari
pekerjaan untuk meringankan beban pamannya. Salah satunya beliau
bekerja sebagai penggembala kambing. Beliau juga bercerita kalo para
nabi dan rasul pun adalah orang-orang yang hidupnya mandiri, ada yang
menjadi penggembala kambing, atau yang lain. Ketika
dewasa, Nabi saw.  bekerja membawa barang dagangan milik Khadijah ra.
Berkali-kali Beliau melakukan perdagangan dan membawa keuntungan besar.
Sampai akhirnya menikahi wanita yang suci dan mulia itu. Guyz,
umat Islam diajarkan oleh Nabi saw. untuk jadi umat pejuang. Beliau
memuji orang-orang yang giat belajar dan giat bekerja. Orang yang
mencari ilmu dijanjikan akan mudah meniti jalan ke surga. Sabdanya:
“Barangsiapa yang meniti jalan  untuk mencari ilmu di sana, niscaya Allah mudahkan jalannya ke surga.”

Hakim bin Hizam ra. pernah bertutur bahwa ia pernah meminta sesuatu
kepada Nabi saw. lalu beliau memberinya. Ia meminta lagi, dan kembali
Beliau saw. memberinya. Kemudian ia meminta lagi, tapi kali ini
Rasulullah saw. berkata padanya, “Hai Hakim, harta ini memang
indah dan manis, maka siapa yang mengambilnya dengan kelapangan hati
diberi berkat baginya. Sebaliknya, siapa yang menerimanya dengan
kerakusan tidak berkah baginya, bagaikan orang yang tak kunjung
kenyang. Dan tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah.” Hakim kemudian berkata, “Ya
Rasulullah, demi Allah yang mengutusmu dengan kebenaran, saya tidak
akan menerima apapun dari seseorang sepeninggalmu hingga mati.” Maka semenjak itu Hakim tidak pernah menerima  pemberian dari siapapun termasuk dari baytul mal. Sobat muda muslim, kesuksesan yang diceritakan dalam film Laskar  Pelangi
itu adalah buah kerja keras dan ketekunan. Nggak datang begitu aja. Dua
hal itulah yang jadi resep siapa aja yang pengen sukses. So,
nyadar deh kalo masa muda yang kamu sedang miliki itu adalah impian
banyak orang yang udah lanjut usia? Karena kamu tuh punya satu
kesempatan yang oke banget, yang kalo dimanfaatkan semaksimal mungkin
bakal menjadi sesuatu yang hebat. Termasuk jadi kepala negara yang
hebat pun ditentukan hari ini selagi kamu muda. Pepatah lama bilang, “pemuda hari ini,  pemimpin masa depan”. Hari
ini, umat Islam butuh banget remaja-remaja yang punya semangat untuk
maju. Cinta agama, mandiri dan pastinya nggak egois. Nabi saw.
bersabda: “Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan pada
hari tidak ada naungan kecuali naunganNya; … pemuda yang senantiasa
beribadah kepada Allah semasa hidupnya.” (HR  Muslim) Udah
gitu, umat Islam juga butuh remaja-remaja yang istiqamah dengan
agamanya. Nggak peduli orang lain mau ngomong apa yang penting maju
terus pantang mundur membela kebenaran. Maklum aja, hari gini banyak
orang yang mencela orang-orang yang cinta pada agamanya (Islam). Yakin
aja, yang namanya kebenaran nggak ditentukan ama suara terbanyak, tapi
oleh Al Quran dan as sunnah. Allah Swt. Berfirman (yang artinya): “Dan
jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini,
niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain
hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah
berdusta (terhadap Allah).” (QS al-An’am [6]:  116) Jujur
aja, kita udah kelamaan jadi bangsa yang manja. Maju mundurnya bangsa
ini digantungkan kepada pihak lain. Tanah air kita bangun dengan uang
hasil ngutang pada bangsa lain, yang entah kapan bisa dilunasi.
Teknologi harus beli dari pihak lain dengan harga yang mahal. Ironinya
ketika minggu-minggu ini perekonomian Amerika dilanda krisis, eh kita
juga ikutan panik. Kena imbas masalah ekonomi dari bangsa lain. Duh,
betapa hidup kita ditentukan oleh bangsa lain. Manja banget ya kita
ini.  Moga-moga, bakal segera berjejer barisan
remaja Islam yang siap memajukan agamanya. Remaja yang mandiri. Nggak
manja. Yakin banget bahwa Allah bakal ngasih pertolongan buat
hamba-hambaNya yang berbaris rapi memperjuangkan agama Allah. Allah
Swt. Berfirman (yang artinya): “Hai orang-orang yang beriman,
barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah
akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun
mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min,
yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan
Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.
Itulah karunia Allah, diberikanNya kepada siapa yang dikehendakiNya,
dan Allah Maha Luas (pemberianNya) lagi Maha Mengetahui.” (QS al-Maidah [5]: 54)

Yuk, sama-sama benahi diri, permak pemahaman kita, siap hidup mandiri,
tekun mengkaji Islam dengan benar dan baik,  dan jadilah remaja pejuang
dan pembela Islam. Maju terus pantang mundur, Bro!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s